Finally rampung juga baca dwilogi "KETIKA CINTA BERTASBIH" karya Habibburahman El Shirazy (nulisnya bener ga ya? he..he). padahal aku tuh paling susah untuk baca novel yang tebel-tebel apalagi dwi logi dah tebel ada dua novel pula. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Allah memberikan aku nikmat untuk melihat dan nikmat dapat membaca. sehingga aku dapat membaca novel yang Subhannallah dahsyatnya untuk jiwaku yang kerdil dari ajaran-Nya. untuk hatiku yang masih sangat jarang menyadari keagungan dan kasih sayang-Nya. Alhamdulillah...Alhamdulillah......Alhamdulillah ya Rabb. terima kasih ya rahman ya rahiim.
KETIKA CINTA BERTASBIH
Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang mahasiswa Al Azhar Cairo University yang bernama Azzam yang harus menanggung beban ekonomi keluarganya. dia seorang yang cerdas tapi karena hambatan ekonomi, kuliahnya belum juga rampung padahal sudah memasuki tahun ke sembilan. disini diceritakan beban, tanggung jawab yang harus dia pikul, cinta yang tidak sesuai dengan yang diinginkan dan lain-lainnya juga dengan ketegarannya dan kepasrahannya kepada Allah, Azzam berusaha untuk melalui semuanya. bagaimana dengan Anna yang katanya mahasiswa Indonesia yang tercantik di Al Azhar cairo? Mmhhh kayak siapa ya?
klo menurutku sih novel ini permasalahannya lebih komplet dibandingkan ayat-ayat cinta. hampir tiap tokoh memiliki masalah yang harus dipecahkan. tapi disitulah serunya walaupun masih tetap menyuguhkan tokoh utama yang sempurna dari segi sikap dan penampilan yaitu Azzam dan Anna Althafunissa. yang hampir ga ada bedanya sama Fahri dan Aisyah dari ayat-ayat cinta.
yang bikin aku suka dari novel-novelnya Kang ABik adalah pesan-pesan moral yang dia suguhkan dalam tiap ceritanya. kemudian cara memilih bahasa yang masuk ke relung hati, terutama saat tokoh-tokohnya bermunajat kepada Alloh SWT. Ataupun ketika memaparkan suatu tempat, kayakny tu tempat bener-bener ada begitu juga tokohnya.
coba deh resapi perkataan Ibnu Athaillah yang termuat dalam novel ketika cinta bertasbih
"tidak ada yang dapat mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu yang membuat hati merana"
atau
Pecinta sejati adalah orang yang mencintai karena Allah dan rasul-Nya.
Banyak sekali kata-kata yang sangat bagus, bahkan ada yang mengatakan tulisan Kang Abik ini setara dengan Kahlil Gibran (kayaknya aku juga setuju!! ga percaya baca aja novelnya ndirriii).
setelah baca Novel ketika cinta bertasbih. aku coba cari-cari lagi novel tulisan kang Abik. Alhamdulillah "pudarnya pesona cleopatra". "di atas sjadah cinta". dan " dalam mihrab cinta" sebagian dah ku baca. Tapi ada yang aku tunggu2 tulisan Kang ABik "Dari sujud ke sujud" aduk kapan tuh novel nongol, klo dah ada pasti deh aku pinjem sama yang punya.. hee...he maaf blum ada budget khusus untuk novel tuh. kok jadi keranjingan begini yahh? Tapi Alhamdulillah keranjingan yang positif mah. coba klo keranjingan jengkol, pete atau amit-amit Narkoba Naudzu billahi mindzalik.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar